Halaman

murniart.blogspot.com meleyani berbagai kerajinan krey dengan bahan baku bambu, kayu dan rotan Juga melayani karpet dan lain sebagainya segera hubungi murni art shop
Tampilkan postingan dengan label PAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAI. Tampilkan semua postingan

Salahudin Al Ayyubi




Salahudin Al Ayubi atau sering juga di sebut sebagai “Saladin” di dunia barat, merupakan panglima perang Muslim yang dikagumi kepiawaian berperang serta keshalihannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya. Keberanian dan kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib.
Juli 1192 sepasukan muslim dalam perang salib menyerang tenda-tenda pasukan salib diluar benteng kota Jaffa, termasuk didalamnya ada tenda Raja Inggris, Richard I. Raja Richard pun menyongsong serangan pasukan muslim dengan berjalan kaki bersama para prajuritnya. Perbandingan pasukan muslim dengan Kristen adalah 4:1. Salahudin Al Ayubi yang melihat Richard dalam kondisi seperti itu berkata kepada saudaranya : ” Bagaimana mungkin seorang raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah ambil kuda arab ini dan berikan kepadanya, seorang laki-laki sehebat dia tidak seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki “. Fragmen diatas dicatat sebagai salah satu karakter yang pemurah dari Salahudin, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Walalupun sedang diatas angin tetap berlaku adil dan menghormati lawan-lawannya.
Sejarah Hidup Salahudin
Salahudin lahir disebuah kastil di Takreet tepi sungai Tigris (daerah Irak) tahun 1137 Masehi atau 532 Hijriyah. Bernama asli Salah al-Din Yusuf bin Ayub. Ayahnya Najm ad-Din masih keturunan suku Kurdi dan menjadi pengelola kastil itu. Setelah kelahiran Salahudin keluarga Najm-ad-Din bertolak ke Mosul, akibat ada konflik didalam kastil. Di Mosul , keluarga Najm bertemu dan membantu Zangi, seorang penguasa arab yang mencoba menyatukan daerah-daerah muslim yang terpecah menjadi beberapa kerajaan seperti Suriah, Antiokhia, Aleppo, Tripoli, Horns, Yarussalem, Damaskus.
Zangi berhasil menguasai Suriah selanjutnya Zangi bersiap untuk menghadapi serbuan tentara Salib dari Eropa yang telah mulai memasuki Palestina. Zangi bersama saudaranya; Nuruddin menjadi mentor bagi Salahudin kecil yang mulai tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga ksatria. Dari kecil sudah mulai terlihat karakter kuat Salahudin yang rendah hati, santu serta penuh belas kasih. Zangi meninggal digantikan Nuruddin. Paman Salahudin, Shirkuh kemudian ditunjuk untuk menaklukan Mesir yang saat itu sedang dikuasai dinasti Fatimiyah. Setelah penyerangan kelima kali, tahun 1189 Mesir dapat dikuasai.  Shirkuh kemudian meninggal. Selanjutnya Salahudin diangkat oleh Nuruddin menjadi pengganti Shirkuh.
Salahudin yang masih muda dan dinggap “hijau” ternyata mampu melakukan mobilisasi dan reorganisasi pasukan dan perekonomian di Mesir, terutama untuk menghadapi kemungkinan serbuan balatentara Salib. Berkali-kali serangan pasukan Salib ke Mesir dapat Salahudin patahkan. Akan tetapi keberhasilan Salahudin dalam memimpin mesir mengakibatkan Nuruddin merasa khawatir tersaingi. Akibatnya hubungan mereka memburuk. Tahun 1175 Nuruddin mengirimkan pasukan untuk menaklukan Mesir. Tetapi Nuruddin meninggal saat armadanya sedang dalam perjalanan. Akhirnya penyerangan dibatalkan. Tampuk kekuasaan diserahkan kepada putranya yang masih sangat muda. Salahudin berangkat ke Damaskus untuk mengucapkan bela sungkawa. Kedatangannya  banyak disambut dan  dielu-elukan. Salahudin yang santun berniat untuk menyerahkan kekuasaan kepada raja yang baru dan masih belia ini. Pada tahun itu juga raja muda ini sakit dan meninggal. Posisinya digantikan oleh Salahudin yang diangkat menjadi pemimpin kekhalifahan Suriah dan Mesir.
Salahudin dan Perang Salib
Saat Salahudin berkuasa, perang salib sedang berjalan dalam fase kedua dengan dikuasainya Yerussalem oleh pasukan Salib. Namun pasukan Salib tidak mampu menaklukan Damaskus dan Kairo. Saat itu terjadi gencatan senjata antara Salahudin dengan Raja Yerussalem dari pasukan Salib, Guy de Lusignan.
Perang salib yang disebut-sebut sebagai fase ketiga dipicu oleh penyerangan pasukan Salib terhadap rombongan peziarah muslim dari Damaskus. Penyerangan ini dipimpin oleh Reginald de Chattilon penguasa kastil di Kerak yang merupakan bagian dari Kerajaan Yerussalem. Seluruh rombongan kafilah ini dibantai termasuk saudara perempuan Salahudin. Insiden ini menghancurkan kesepakatan gencatan senjata antara Damaskus dan Yerussalem. Maret 1187 setelah bulan suci Ramadhan, Salahudin menyerukan Jihad Qittal. Pasukan muslimin bergerak menaklukan benteng-benteng pasukan Salib. Puncak kegemilangan Salahudin terjadi di Perang Hattin.
Perang Hattin terjadi di bulan Juli yang kering. Pasukan muslim dengan jumlah 25000 orang mengepung tentara salib didaerah Hattin yang menyerupai tanduk. Pasukan muslim terdiri atas 12000 orang pasukan berkuda (kavaleri) sisanya adalah pasukan jalan kaki (infanteri). Kavaleri pasukan muslim menunggangi kuda yaman yang gesit dengan pakaian dari katun ringan (kazaghand) untuk meminimalisir panas terik di padang pasir. Mereka terorganisir dengan baik, berkomunikasi dengan bahasa arab. Pasukan dibagi menjadi beberapa skuadron kecil dengan menggunakan taktik hit and run.

Pasukan salib terdiri atas tiga bagian. Bagian depan pasukan adalah pasukan Hospitaler, bagian tengah adalah batalyon kerajaan yang dipimpin Guy de Lusignan yang juga membawa Salib besar sebagai lambang kerajaan. Bagian belakang adalah pasukan ordo Knight Templar yang dipimpin Balian dari Ibelin. Bahasa yang mereka gunakan bercampur antara bahasa Inggris, Perancis dan beberapa bahasa eropa lainnya. Seperti umumnya tentara Eropa mereka menggunakan baju zirah dari besi yang berat, yang sebetulnya tidak cocok digunakan di perang padang pasir.
Salahudin  memanfaatkan celah-celah ini. Malam harinya pasukan muslimin membakar rumput kering disekeliling pasukan Salib yang sudah sangat kepanasan dan kehausan. Besok paginya Salahudin membagikan anak panah tambahan pada pasukan kavalerinya untuk membabat habis kuda tunggangan musuh. Tanpa kuda dan payah kepanasan, pasukan salib menjadi jauh berkurang kekuatannya. Saat peperangan berlangsung dengan kondisi suhu yang panas hampir semua pasukan salib tewas. Raja Yerussalem Guy de Lusignan berhasil ditawan sedangkan Reginald de Chattilon yang pernah membantai khalifah kaum muslimin langsung dipancung. Kepada Raja Guy, Salahudin memperlakukan dengan baik dan dibebaskan dengan tebusan beberapa tahun kemudian.
Menuju Yerussalem
Dari Hattin, Salahudin bergerak menuju kota-kota Acre, Beirut dan Sidon untuk dibebaskan. Selanjutnya Salahudin bergerak menuju Yerussalem. Dalam pembebasan kota-kota ataupun benteng Salahudin selalu mengutamakan jalur diplomasi dan penyerahan daripada langsung melakukan penyerbuan militer. Pasukan Salahudin mengepung Kota Yerussalem , pasukan salib di Yerussalem dipimpin oleh Balian dari Obelin. Empat hari kemudian Salahudin menerima penawaran menyerah dari Balian. Yerussalem diserahkan ketangan kaum muslimin. Salahuddin menjamin kebebasan dan keamanan kaum Kristen dan Yahudi. Fragmen ini di abadikan  dalam film “Kingdom Of Heaven” besutan sutradara Ridley Scott. Tanggal 27 Rajab 583 Hijriyah atau bertepatan dengan Isra Mi’raj Rasulullah SAW, Salahudin memasuki kota Yerussalem.
 Ada suatu percakapan dalam film Kingdom Of Heaven yang menarik bagi penulis, yang kurang lebih seperti ini :
Balian : ”Saya serahkan kunci kota Yerussalem kepada anda, tapi anda harus dapat bisa menjamin keselamatan kami, orang-orang non-muslim”
Salahudin: ”Saya akan jamin keselamatan anda”
Balian : ” Apa yang dapat menjamin kami bahwa anda akan menepati janji anda ?” (Balian masih ingat saat-saat Yerussalem jatuh ke tangan pasukan Salib, banyak penduduk sipil muslim yang dibantai sampai kota Yerussalem sesak oleh mayat, dan Balian khawatir Salahudin melakukan hal yang sama )
Salahudin : ” (diam sejenak..menatap tajam Balian) Saya akan menepati janji, Insya Allah ..saya adalah Salahudin saya bukan seperti orang-orang anda”. 
…………………………………………………………
Di Yerussalem, Salahudin kembali menampilkan kebijakan dan sikap yang adil sebagai pemimpin yang shalih. Mesjid Al-Aqsa dan Mesjid Umar bin Khattab dibersihkan tetapi untuk Gereja Makam Suci tetap dibuka serta umat Kristiani diberikan kebebasan untuk beribadah didalamnya. Salahudin berkata :” Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama lain”. Sangat kontras dengan yang dilakukan para pasukan Salib di awal penaklukan kota Yerussalem (awal perang salib), sejarah mencatat kota Yerussalem digenangi darah dan mayat dari penduduk muslimin yang dibantai. Sikap Salahudin yang pemaaf dan murah hati disertai ketegasan adalah contoh kebaikan bagi seluruh alam yang diperintahkan ajaran Islam.
Salahudin Al-Ayubi tidak tinggal di istana megah. Ia justru tinggal di mesjid kecil bernama Al-Khanagah di Dolorossa. Ruangan yang dimilikinya luasnya hanya bisa menampung kurang dari 6 orang.Walaupun  sebagai raja besar dan pemenang perang, Salahudin sangat menjunjung tinggi kesederhanaan dan menjauhi kemewahan serta korupsi.
Salahudin berhasil mempertahankan Yerussalem dari serangan musuh besarnya Richard The Lion Heart, Raja Inggris. Richard menyerang dan mengepung Yerussalem Desember 1191 dan Juli 1192. Namun penyerangan-penyerangannya dapat digagalkan oleh Salahudin. Kepada musuhnya pun Salahudin berlaku penuh murah hati. Saat Richard sakit dan terluka, Salahudin menghentikan pertempuran serta mengirimkan hadiah serta tim pengobatan kepada Richard. Richard pun kembali ke Inggris tanpa berhasil mengalahkan Salahudin.
Sepanjang sejarah Yerussalem sebagai kota suci bagi tiga agama, sejak ditaklukan Salahudin, Yerussalem belum pernah jatuh ketangan pihak lain. Baru setelah Perang Dunia I, Yerussalem jatuh ketangan Inggris yang kemudian diserahkan ke tangan Israel.
Semasa hidupnya Salahudin lebih banyak tinggal di barak militer bersama para prajuritnya dibandingkan hidup dalam lingkungan istana. Salahudin wafat 4 Maret 1193 di Damaskus. Para pengurus jenazah sempat terkaget-kaget karena ternyata Salahudin  tidak memiliki harta. Ia hanya memiliki selembar kain kafan yang selalu di bawanya dalam setiap perjalanan dan uang senilai 66 dirham nasirian (mata uang Suriah waktu itu).
Sampai sekarang Salahudin Al-Ayubi tetap dikenang sebagai pahlawan besar yang penuh sikap murah hati.

كل – كلية – جزء - جرئية




1.       كلIalah memberi hukum kepada semua satuan, ini mungkin ada yang tidak terkena hukum itu. Contoh :
كلّ الا ند و نيسبين يحبون بلادهم
Mungkin ada yang tidak cinta, ternyata ada yang berkhianat terhadap tanah airnya.
2.       كلية Ialah memberi hukum kepada masing-masing satuan.
Contoh :  كل تلميذ يتنا ول كراسة(masing-masing murid menerima sekrip).
3.       جزءIalah memberi hukum kepada bagian suatu barang,
Contoh : dinding, perkataan ini bagian dari rumah, yang mana rumah itu tersusun dari dinding itu.
4.       جزئيةIalah memberi hukum kepada sebagian dari satuan-satuan.
Contoh :  بعض الطلاب غير مجتهد(sebagian siswa tidak rajin).
الكل حكمنا على مجموع : ككل ذاك ليس ذا وقوع
وحيثما لكل فرد حكما : فانه كلية قد لما
والحكم للبعض هو الجزئية : والجزء معرقته جلية
( السلم المنورقه)
-           كلIalah apabila kita memberi hukum kepada sekumpulan satuan, contoh : semua itu - tidak jadi.
-          Dari mana kala menghukumi kepada tiap-tiap satuan, maka itu namanya : كلية
-          Hukum bagi sebagian, namanya :   الجزئية, sedangkan الجزء  artunya jelas.

Pembagian mengenai lafadh




Lafadh itu dibagi dua:
a.       Mufrad, ialah lafadh yang mengandung arti, baik lafadh itu terdiri dari satu huruf atau lebih, atau tersusun dari satu kata atau lebih.
Contoh :
1.      محمّد يكتب بالقلم  , huruf ba yakni huruf jar di sini dari satu huruf.
2.      علىّ يذاكرالدرس فى الغرفة, huruf fi di sini terdiri dari dua huruf : fa dan ya
3.      عبدالله  terdiri dari          عبد     dan      الله       dan merupakan satu arti, yakni nama seseorang.
b.      Murakkab, ialah lafadh yang tersusun dari kata-kata, sedangkan bagian dari lafadh itu menunjukkan arti bagian yang lain.
Contoh :
1.      Surakarta (nama sebuah kota di Jawa Tengah) contoh lafadh mufrod
2.      Ali suka mendi di diang hari. (kata suka di sini mempunyai arti sendiri). Contoh lafadh murakkab.

مستعمل الالفاظ حيث يوجد : امّا مركب وامّا مفرد : فاوّل مادلّ جزءه على
جزءمعناه بعكس ماتلا (السلم المنورق)
Lafadh yang digunakan di mana dijumpai, ada kalanya murakkan dan ada kalanya mufrad.
Yang pertama (murakkab), yaitu lafadh yang bagiannya menunjukkan bagian artinya, berlainan dengan lafadh yang berikutnya (mufrad).

Pembagian lafadh mufrad:
Lafadh mufrad di bagi dua :
1.      Kully, yaitu tiap lafadh mufrad yang dapat mencakup beberapa satuan yang banyak. Contoh :      (burung), lafadh ini mencakup semua jenis burung, yakni : burung elang, burung perkutut, burung kenari dan lain sebagainnya.
2.      Lafadh mufrad juz-iy, ialah lafadh mufrad yang tidak mencakup beberapa satuan yang banyak, contoh : jakarta. Lafadh tersebut hanya menunjukkan untuk satu kota saja, tidak untuk yang lain.

Lafadh mufrad itu dibagi dua, kully dan juz-iy
Lafadh yang memberi arti persekutuan dinamakan kully, seperti harimau, sedangkan kebalikannya dinamakan juz’iy.

المفهوم والماصدق
1.      Lafadh kully dipandang dari segi makna/mafhumnya dan pengertiannya dinamakan المفهوم
2.      Lafadh kully juga dapat dipandang dari segi pencakupannya kepada beberapa satuan benda, pengertian itu dinamakan الما صدق
Contoh :    مدرسة : مفهوم, lafadh ini mengandung makna suatu bangunan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan dan kebutuhan pendidikan dan digunakan untuk belajar.
Contoh :    المدرسة : الما صدق, lafadh ini mencakup beberapa jenis sekolah.

Catatan : banyak  قيد/predikat yang mengikat mafhumnya kully menyebabkan semitnya artian yang terkandung.
Contoh :  سمك       tanpa قيد mencakup sungai dan laut
سمك بحرىّ dengan قيد hanya mencakup ikan-ikan laut saja, dan tidak mencakup ikan-ikan sungai.
Di dalam ilmu manthiq termasuk istilah : الكليات الخمسة
الكليات الخمسة   Ini ada lima macam :
1. jinsy                         3. ‘ardly                       5. khosh
2. fashly                      4. Nau’           
الكليات الخمسة دون انتقاص : جنس و فصل عرض نوع و خاص (السلم المنورق )
“kulliyyat ada lima tanpa dikurangi, yaitu : jinsy, fashly, ‘ardly, Nau’, khosh.
Keterangan :
1.      Kully jinsy, ialah lafadh kully yang mencakup kully-kully, contoh : pakaian, ini mencakup kemeja, pantolan, sarung, rok, kain dan lain-lain.
2.      Kully fashly ialah bagian hakekat yang membedakan benda yang satu dengan benda yang lainnya. Contoh : berfikir, ini adalah predikat khusus yang membedakan manusia dengan hewan, karena : حيوان ناطق (hewan berfikir) adalah hakekat manusia. Jadi  ناطق (berfikir) predikat yang membedakan hakekat manusia dengan hewan-hewan yang lainnya juga.
3.      Khosh ialah sifat di luar hakekat kully itu, tetapi tak dapat menjadi sifat bagi benda-benda lainnya. Contoh tertawa, sifat ini hanya khusus bagi manusia,lain tidak.
4.      Nau’ ialah kully yang mencakup beberapa satuan yang termasuk dalam hakekat kully itu. Contoh : انسان (manusia) ini mencakup Ahmad, Bakar, Salim, Fathimah, Zaenab dan sebagainya.
Kully jinsy dibagi tiga :
1.        جنس سا فل ( قريب ), yaitu jins yang di bawahnya tak ada jins lagi, yang ada nau’, sedangkan di atasnya terdapat beberapa jins. Contoh perkataan : حيوان (hewan), di bawah hewan tak ada jins lagi, tetapi yang ada hanya : manusia, kambing, lembu, kijangdan lain sebagainya. Ini semua adalah nau’, dan di atasnya masih ada jins-jins, seperti : النامى (yang berkembang) الجسم (jissim) الجو هر (benda pada umumnya).
2.      جنس بعيد / عال , yaitu jins yang di atasnya tak ada jins lagi, sedang di bawahnya masih terdapat jins-jins lagi, misal : الجو هر (benda pada umumnya), di atas jauhar sudah tak ada lagi jins-jins, tetapi di bawahnya terdapat jins-jins, yakni : jissim-annami-hayawan dan seterusnya.
3.      جنس متو سط , yaitu jins yang di atasnya dan di bawahnya ada jins, mpamanya : النامى(yang berkembang), di atasnya adalah jins dan di bawahnya hayyawan- pohon dan lain sebagainya.
Dengan demikian dapat kita ambil ringkasnya :
جنس  جوهر
جسم
نامى
شجر          حيوان
انسان         خيل           قط             بفر    نوع
واوّل ثلاثة بلا شطط : جنس قريب اوبعيد اووصط (السلم المنورف )
“yang pertama (jins) ada tiga macam tanpa berlebih : jins qorib, jins ba’id dan jins washath/mutawassith”.

Lafadh dipandang dari segi arti
Dipandang dari segi artinya : lafadh itu ada lima macam, yaitu :
1. Tawathu’.                                  4. Isytirok.
2. Tasyakuk.                                  5. Taraduf.
3. Takoholuf.

1.       تواتؤIalah lafadh-lafadh yang mengandung arti-arti yang tak berbeda atau sama lainnya, misalnya : “jalan sudirman”, “jalan diponegoro”, jalan wahid hasyim, semua itu sama, yakin bahwa semua itu jalan.
2.      نشاكك Ialah lafadh-lafadh yang mengandung arti-arti yang satu dengan yang lainnya berlainan, contoh : “hitam” bagi besi lain dengan “hitam” pada rambut, lain pula “hitam” pada tinta dan seterusnya.
3.       تباين/تخالفIalah lafadh-lafadh yang artinya beelainan satu dengan lain-berlainan sama sekali.
Contoh : “kerbau bukan batu bukan pula pohon dan seterusnya.
4.       مشترك/اشتراكIalah lafadh-lafadh yang mengandung lebih dari satu arti, umpamanya, mungkin berarti : mata, mata air, atau emas.
5.       مترادف/تردفIalah dua lafadh yang mengandung arti yang sama, seperti udara-hawa, sapi-lembu, bendera-panji, dan lain sebagainya.
ونسبةالالفاظللمعانى : خمسة افسامٍ بلا نقصان
تواطؤتشكك تخالف : ولالاشتراك عكسه التردف (السلم المنورف)
“lafadh-lafadh dipandang dari segi artinya ada lima macam tanpa kurang”.
“tawathu’, tasyakuk, takholuf, isytirok, kebalikannya adalah taraduf”.

Ad-Dilalah dan Macam-Macamnya




Kalau kita naik sepeda dijalan raya, sampai di perempatan kita jumpai lampu berwarna merah, kuning dan hijau. Ketika lampu itu bersinar merah, kita mendapat pengertian dari lampu merah itu, bahwa kita harus berhenti. Suatu “Pengertian berhenti yang kita ambil dari tanda lampu merah itu dinamakan : DILALAH”. (دلالة)
Adapun sesuatu yang ditujukan itu (di sisi “berhenti”) dinamakan : “MADLUL” sedangkan sesuatu yang menunjukkan itu (di sini “warna merah”) dinamakan “DAALL”. Hal yang dapat menunjukkan pengertian itu dinamakan : “DILALAH”.

Pembagian ad-dilalah
ad-dilalah dibagi dua :
-          Dilalah lafdhiyah, yaitu dilalah yang ditimbulkan oleh suara atau perkataan.
-          Dilalah ghoiru lafdhilyah, yaitu dilalah yang ditimbulkan oleh tanda atau isyarat.

Dilalah lafdhiyah dibagi tiga:
  1. Tha’biyyah, yaitu dilalah dari gejala alami, seperti rintihan menunjukkan kesakitan.
  2. ‘aqliyyah, yakni dilalah yang sdari suatu suara. Umpamanya : kita bertamu kepada seorang teman, tapi rumahnya tertutup, kemudian kita mendengar dari dalam batuk-batuk seseorang dan dengan akal fikiran kita, kita tahu bahwa yang batuk-batuk itu teman kita. Jadi berarti batuk-batuk itu suara teman kita.
  3. Wadl’iyah, yaitu dilalah yang dibuat dan diistilahkan untuk sesuatu hal, seperti : kata “bemo” suatu kata secara istilah digunakan untuk nama kendaraan bermotor beroda tiga sebagimana yang pernah kita liat di jalan.


Dilalah ghoiru lafdhiyyah dibagi tiga :
  1. Thab’iyyah, yaitu segala gejala alami, contoh : merah muka seseorang menunjukkan rasa malu.
  2. ‘aqliyyah, yaitu secara akal dan fikiran, contoh : suatu ketika kita keluar dari ruangan, kemudian tak berapa lama kita masuk ke ruang itu lagi, dan ternyata kacamata kita pindah tempat dari semula, jadi kita mendapat pengertian/petunjuk menurut fikiran kita ada seseorang masuk ke ruangan tersebut dan memindahkan kacamata tadi selama kita keluar dari ruangan.
  3. Wadl’iyyahyakni secara dibuat dan diistilahkan, contoh : di jalan-jalan bendera dikibarkan setengah tiang, ini menunjukkan, bahwa ada seseorang pemimpin yang meninggal dunia, jadi memang dibuat dan dipakai bahwa mengibarkan bendera setengah tiang itu sebagai tanda berkabung karena meninggalnya seorang pemimpin/orang terkemuka.




Di dalam ilmu manthiq yang dibahas dan dipalajari ialah dilalah lafdhiyyah wad’iyyah.
Dilalah lafdhiyyah wad’iyyah dibagi tiga :
  1. Muthabiqiyah, yaitu dilalah lafdhiyyah yang menunjukkan pengertian secara keseluruhannya, seperti kata “rumah” menunjukkan sebuah bangunan rumah dengan segala bagian-bagianya (tiangnya, dindingnya, pintunya dan lain-lain) دلالة اللّفظ على تمام معناه =  penunjukkan lafal secara keseluruhan arti yang sempurna.
  2. Tadlommuniyyah, yakni dilalah lafdhiyyah yang menunjukkan bagiannya/hal yang terkandung oleh lafadh itu,umpamanya kata “rumah”, tetapi yang dimaksud hanya jendelanya saja. Contoh : ada orang berkata : “Pak Salim sedang memperbaiki rumah saya”. Yang dimaksud itu hanya jendela saja. دلالة اللّفظ على جزء معناه
  3.  Iltimaziyyah, yakni penunjukkan lafadh mengenai hal menjadi kelaziman lafadh itu, kelaziman mana yaitu yang tak dapat dipisahkan dari lafadh itu. Contoh : Si A sedang masuk ke rumah; perkataan rumah di sini ialah dapur (umpamanya), bukan rumah itu sendiri, tetapi sesuatu yang mesti ada pada rumah itu. Rumah tentu ada dapurnya.
دلالةاللفظ على ما وافقة : يدعونه دلالة الحطابقة
وجزئه تضمّنا ومالزم : فهو التزام ان بعقل التزم
(السلم المنورق)
“penunjukkan suatu lafadh mengenai sesuatu tepat, orang-orang ahli ilmu manthiq menamakannya : “dilalah muthobaqoh”.
Dan mengenai bagiannya dinamakan “tadhlommum”, sedang engenai sesuatu yang mesti ada padanya (kelazimannya), maka menurut fikiran adalah itu dinamakan : “iltizam”.

Pembagian Ilmu




اِدْرَاكُ مُفْرَدٍ تَصَوُّرًا عُلِمْ، وَدَرْكُ نِسْبَةٍ بتَصْدِيْقٍ وسمْ
“pengertian mengenai sesuatu yang tunggal dinamakan : TASOWWUR”.
“Sedangkan pengertian terhadap hubungan disebut TASDIQ”.

Penjelasan :
Di atas telah kita peroleh pengertian/ilmu, kalau mengenai sesuatuhal yang bersifat satuan atau yang tunggal, seperti : rumah, kursi, pasar, masjid, dan lain sebagainya, maka ilmu yang demikian itu dinamakan : TASOWWUR.

Contoh :
Kalau ada orang berkata kepada kita umpamanya : rumah, maka terbayang dan tergambar pada otak kita gambaran rumah itu. Gambaran sebuah rumah pada otak kita dinamakan : “TASOWWUR”.

Coba bayangkan sendiri : meja, kursi, televisi, radio, sepeda, mobil, kereta apai.

Nah, kalau pengertian/ilmu itu mengenai hubungan sesuatu dengan sesuatu yang lain, maka pengertian/ilmu sedemikian itu dinamakan : TASHDIQ. Hubungan ini mungkin bersifat meniadakan/Nafi, atau mengiakan/itsbat.

Contoh :
1.      Indonesia kaya raya. Dari kalimat ini kita mempunyai pengertian ilmu mengenai hubungan dua hal, yakni Indonesia dan kaya raya. Pengertian/ilmu semacam ini dinamakan : ILMU TASHDIQ ITSBATY.
2.      Solo tidak di Jawa Timur. Pengertian ini meniadakan hubungan dua hal. Seperti ini dinamakan : ILMU TASHDIQ NAFI.

Jadi demikian. Ilmu itu dibagi dua :
1.      TASOWWUR(  تَصَوُّر  )
2.      TASHDIQ ( تَصْدِيْق )

Sedangkan ILMU TASHDIQ dibagi dua :
1.      ILMU TASHDIQ ITSBATY
2.      ILMU TASHDIQ NAFI

Pembagian Ilmu Tashowwur dan Tashdiq

Kalau ilmu/ pengertian itu, baik tashowwur maupun tashdiq, memerlukan pemikiran yang teliti dan mendalam, maka ilmu semacam ini dinamakan : ILMU NADHORY.
Contoh : Besuk hari qiyamat orang-orang yang mati akan dibangunkan dari kuburnya.
Akan tetapi kalau ilmu itu mengenai hal yang tidak memerlukan pemikiran yang teliti dan mendalam, maka ilmu semacam ini dinamakan : ILMU BADIHY/ILMU DLURORY.
Contoh : rasa lapar, kenyang, haus, panas, dingin dan lain sebagainya.
Contoh lagi : 1/2 = 1:2.